Gampong Lhung Tarok Abdya Laksanakan Kegiatan RDS Triwulan Ketiga

  • Whatsapp
Gampong Lhung Tarok Abdya Laksanakan Kegiatan RDS Triwulan Ketiga
Pemerintah Gampong Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Abdya melaksanakan kegiatan RDS/RGG yang bertempat di Aula Kantor Keuchik Gampong setempat, Selasa (2/11/2021). FOTO : GLOBAL/SALMAN.

GLOBAL BLANGPIDIE – Pemerintah Gampong Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan rumah desa sehat (RDS) atau rumah gizi gampong (RGG) triwulan ketiga tahun 2021 yang berlangsung di aula Kantor Keuchik gampong setempat, Selasa (2/11/2021).

Kegiatan itu dihadiri oleh Pj. Keuchik Gampong Lhung Tarok, Jasmi Wali, Pendamping Lokal Desa (PLD) Salman Syarif, Ketua TP PKK, aparatur gampong, dan seluruh pengurus RDS gampong Lhung Tarok.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, kegiatan RDS triwulan ketiga tahun ini berjalan dengan baik dan lancar,” ucap Koordinator RDS Gampong Lhung Tarok, Cut Aifar.

Aifar menjelaskan, kegiatan RDS tersebut hanya ditujukan bagi balita-balita yang mengalami masalah pertumbuhan dan berat badannya atau disebut stunting. Selain itu, juga para ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) dan memiliki resiko tinggi kehamilan (Resti).

“Peserta yang menjadi sasaran dalam kegiatan RDS triwulan ketiga ini sebanyak 7 orang, yaitu 5 orang balita dan 2 orang ibu hamil,” sebutnya.

Pada kegiatan RDS tersebut, para kader menyediakan berbagai makanan bergizi yang dimasak sendiri oleh para kader meliputi ayam, telur, bubur kacang hijau, sayur-sayuran sop dan lauk pauk.

Disamping itu, juga tersedia buah-buahan dan minuman jus. Menu-menu tersebut disajikan langsung per porsi kepada masing-masing peserta sasaran RDS.

Sementara itu, Pj Keuchik Gampong Lhung Tarok, Jasmi Wali mengatakan anggaran kegiatan RDS ini bersumber dari dana desa yang diplotkan sebesar Rp 1,5 juta per triwulan.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, terutama untuk mencegah angka gizi buruk terhadap balita dan mengurangi tingkat angka resiko tinggi kehamilan bagi ibu-ibu di dalam gampong,” ujarnya.

Jasmi juga menyebutkan, tidak semua yang mengikuti posyandu menjadi sasaran RDS, namun hanya balita dan ibu hamil tertentu saja yang diketahui oleh kader dan bidan desa mengalami permasalahan dengan gizi dan pertumbuhan berat badannya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus RDS yang telah bersusah payah menjalankan kegiatan ini, semoga kedepannya lebih baik dan sukses lagi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait