Panwaslih Abdya Gandeng Kampus Untuk Mewujudkan Pengawasan Partisipatif

  • Whatsapp
Panwaslih Abdya menandatangani kerjasama (MoU) dengan kampus STKIP Muhammadiyah dan STIT Muhammadiyah tentang pemanfaatan dan pengembangan SDM untuk penguatan institusi, Kamis (12/8/2021). FOTO/IST

GLOBAL BLANGPIDIE – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Abdya di kantor Panwaslih setempat, Kamis, (12/8/2021).

Adapun kerja sama tersebut meliputi pemanfaatan dan pengembangan sumber daya manusia untuk penguatan institusi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Panwaslih Abdya, Rismanidar, S.Pd.I, MA, menyebutkan MoU yang ditandatangani ini sangat penting, karena selain mengawasi Pemilu dan Pilkada, Panwaslih juga perlu menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat.

“Dengan adanya MoU ini, partisipasi dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada semakin meningkat, sehingga kualitas demokrasi di Indonesia khususnya di Abdya semakin baik,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Abdya, Ilman Sahputra, SE, M.Si, mengatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal, selanjutnya nanti akan diwujudkan dalam kerja nyata berupa kegiatan-kegiatan yang mengarah ke pengawasan partisipatif.

“Penandatanganan kerjasama ini adalah langkah awal, karena kami sadar bahwa kami belum dapat mengawasi Pemilu dengan maksimal karena jumlah kami sangat terbatas, jadi kami mengajak berbagai elemen masyarakat terutama kampus dan mahasiswa untuk terlibat dalam melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024 nanti,” ungkap Ilman.

Pada sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Abdya, Afdhal Jihad, S.Ag, M.Pd menyambut baik atas kerjasama sama tersebut.

“Kerjasama ini sangat penting dalam rangka kemajuan demokrasi di Kabupaten Aceh Barat Daya, karena hanya segelintir orang yang memahami bahwa proses itu penting, lebih banyak orang itu maunya hasil,” ujar Afdhal Jihad.

“Penglibatan kampus dalam proses pengawalan demokrasi salah satunya bisa dalam bentuk kuliah umum, tentunya hal ini tidak memerlukan biaya yang besar,” lanjutnya.

Senada dengan Afdhal Jihad, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya, Muchlis Muhdi, MA juga memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Untuk mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas tentunya perlu waktu. Jadi sangat tepat ketika Panwaslih melibatkan kampus untuk mengawal proses demokrasi yang lebih baik kedepannya, tentunya harapan kita ini bukan hanya sebatas kerjasama di atas kertas,” kata Muchlis.

Kegiatan penandatangan ini juga turut disaksikan oleh Wakil Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Irwansyah, S.Pd, M.Pd dan Wakil Ketua STIT Muhammadiyah Abdya, Muhammad Taufik, SP, MP serta perwakilan pengurus BEM di dua sekolah tinggi tersebut. (*)

Pos terkait