Telah Cetak Ratusan Santri, BP Al Muttaqin Abdya Butuh Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp
Pendiri BP Al Muttaqin Gampong Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Tgk. Muhammad Nazir Kasem berdiri di depan balai pengajian. FOTO: GLOBAL/SALMAN

GLOBAL BLANGPIDIE – Dari tahun ke tahun jumlah santri yang menimba ilmu di Balai Pengajian (BP) Al Muttaqin Gampong Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus bertambah, namun sayangnya peningkatan jumlah santri tersebut tidak ditunjang dengan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai.

Pimpinan BP Al Muttaqin Gampong Cot Jeurat, Tgk Muhammad Nazir Kasem berharap, adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan balai pengajian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami kepada pemerintah sudi kiranya membantu pembangunan sarana tempat pengajian Al Muttaqin, karena santri yang belajar disini sudah mencapai 250 orang,” kata Tgk Nazir saat dikunjungi media ini, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, kondisi balai pengajian saat ini dinilai masih kurang layak, karena masih memiliki kontruksi semi permanen berdinding papan yang sudah mulai merapuh.

“Bangunan ini sudah lama, dinding plong dan berjaring kawat, sehingga para santri belajar dengan fasilitas apa adanya,” tutur Tgk Nazir seraya menunjukkan jarinya ke salah satu bangunan.

Selama ini, kata dia, bantuan yang diterima hanya sebatas insentif guru ngaji. Dan bantuan itu diperoleh dari pihak gampong atau desa.

“Alhamdulillah, kalau insentif guru ngaji dibantu pihak gampong dari dana desa, dan bahkan baru-baru ini dengan dana desa juga telah dibangun tempat wuduk serta kamar mandi/wc untuk para santri,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah kabupaten Abdya bisa membantu membangun atau merehab bangunan tua yang sudah ada sekarang ini menjadi bangunan permanen.

Disamping itu, Tgk Nazir juga menuai harapan, pemerintah bisa membantu membangun pagar. Pembangunan pagar bertujuan untuk menghindari serangan binatang buas, seperti babi dan anjing gila yang sering berkeliaran di sekitar balai pengajian.

“Hewan buas seperti babi, anjing gila sangat menggangu kenyamanan dan keselamatan para santri yang belajar llmu agama disini,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, beberapa alumni santri BP Al Muttaqin ini sudah ada yang mendirikan pondok pesantren di Aceh.

Bahkan, katanya, santri-santri di BP Al Muttaqin juga sering mendapatkan prestasi pada ajang perlombaan santri, diantaranya pernah meraih juara III MTQ tingkat Provinsi Aceh tahun 2013 di Kota Subulussalam. Selanjutnya, pada tahun 2015, santri BP Al Muttaqin meraih prestasi juara harapan I lomba MTQ tingkat Provinsi Aceh.

BP Al Muttaqin didirikan pada tahun 1996 oleh Tgk Muhammad Nazir Kasem, warga Gampong Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Abdya.

Awalnya sekitar tahun 1993, Tgk M. Nazir membuka balai pengajian di rumahnya. Pada saat itu santri berjumlah 20 orang. Kemudian, ia mendirikan BP Al Muttaqin dengan bantuan swadaya masyarakat. Setelah itu, santri mulai bertambah dan berkembang hingga saat ini.

Kegiatan pengajian bagi santri berlangsung jadwal siang – malam. Siang, dimulai pukul 14.00 sampai dengan jam 17.00 WIB sore.

“Kalau jadwal malam, setelah bakda Magrib hingga pukul 21.30 WIB. Sedangkan, untuk hari Jum’at para santri libur,” pungkas Tgk Nazir. (*)

Pos terkait