Dewan Abdya dari Gerindra Tanggung Biaya Kuliah Kader HMI Penghafal Al-Quran Hingga Selesai

Dewan Abdya dari Gerindra Tanggung Biaya Kuliah Kader HMI Penghafal Al-Quran Hingga Selesai

Laporan: Redaksi | Editor: Salman
Ketua Fraksi Abdya Maju DPRK Abdya, Dedi Saputra (Foto: Ist)

Blangpidie – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Dedi Saputra, akan menanggung biaya kuliah seorang mahasiswi yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan keagamaan mahasiswi yang bersangkutan.

Mahasiswi bernama Sarah itu saat ini tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Abdya. Ia mendapatkan jaminan biaya kuliah hingga selesai karena dinilai memiliki kemampuan menghafal Al Quran.

Dedi Saputra mengatakan, sebagai kader HMI, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung proses perkaderan dan pengembangan sumber daya manusia di tubuh organisasi.

Menurut dia, kader HMI yang memiliki latar belakang penghafal Al Quran patut mendapatkan perhatian lebih.

“Bantuan ini diberikan untuk mendukung pendidikan kader HMI. Dengan latar belakang penghafal Al Quran, kita berharap lahir sumber daya manusia yang Islami dan berkualitas,” kata Dedi, Kamis (8/1/2026).

Politisi muda Partai Gerindra itu menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan tujuan HMI dalam mencetak insan akademis yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual. Ia menilai mahasiswa penghafal Al Quran merupakan aset penting bagi umat dan daerah.

“Mahasiswa penghafal Al Quran adalah kekuatan moral dan intelektual. Sudah sepantasnya mereka mendapat dukungan bersama agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat HMI STKIP Muhammadiyah Abdya, Supriadi, mengapresiasi langkah yang dilakukan Dedi Saputra. Ia menilai bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kader HMI lainnya untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang keislaman.

“Kami berharap reward dari Bang Dedi ini dapat memicu semangat kader HMI, khususnya di Aceh Barat Daya, untuk menjadi penghafal Al Quran. Ini juga bagian dari upaya mewujudkan misi keislaman yang menjadi ruh awal berdirinya organisasi,” tuturnya.

Supriadi menambahkan, pihak komisariat turut melakukan pendampingan agar bantuan pendidikan tersebut berjalan sesuai tujuan. Pendampingan dilakukan guna memastikan keberlanjutan studi kader penerima bantuan hingga menyelesaikan pendidikan secara tuntas. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup