Shemi juga mendorong agar dilakukan audit lingkungan secara independen terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Abdya. Hasil audit tersebut, menurut dia, harus dibuka ke publik agar masyarakat mengetahui sejauh mana risiko yang mereka hadapi.
“Bencana tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu diawali oleh kelalaian manusia. Jika hari ini kita mengabaikan peringatan, maka besok kita hanya akan sibuk menyesali,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Abdya Safaruddin belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan penutupan sementara tambang tersebut. (*)
Halaman
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan