Blangpidie, Acehglobal — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mewacanakan menghapus kebijakan penggunaan scan QR Barcode pada saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh SPBU di Aceh.

Pernyataan Mualem ini sangat miris dengan fakta yang terjadi saat ini di lapangan, pasalnya pasca ia dilantik dan resmi menjabat Gubernur Aceh, pantauan wartawan scan QR Barcode masih tetap berlaku pada SPBU di Aceh. Khususnya SPBU di Aceh Barat Daya (Abdya).

“Apa juga katanya di hapus, buktinya saya isi minyak petugas SPBU masih minta scan QR barcode,” ungkap salah seorang warga yang mengantri minyak pertalite di salah satu SPBU di Abdya, Minggu (23/2/2025) sore.

Pernyataan Gubernur Aceh yang ingin menghapus penggunaan barcode BBM diharapkan warga tidak hanya sebatas wacana, namun Pemerintah Aceh harus mengkoordinasikan hal tersebut ke Pertamina.

“Harapannya kepada Pak Gubernur Mualem betul-betul menerapkan kebijakan tersebut, jadi tidak hanya sekedar ucapan saja,” pinta warga.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Nasruddin, salah seorang supir truk pengguna BBM solar mengaku tidak terganggu dengan aturan sistem QR barcode yang diwacanakan dihapus oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi supir truk solar bukan pada QR Barcode, akan tetapi sulitnya mendapatkan solar di SPBU lantaran kerap langka. Bahkan ia harus antrian sehari penuh untuk memperoleh BBM subsidi tersebut.

ADVERTISEMENT

“Kalau soal barcode itu tidak masalah. Yang jadi masalah sekarang, BBM sering kosong di SPBU. Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah bagaimana cara untuk menambahkan kuota lebih banyak,” ungkap Nasruddin kepada wartawan.

Selain itu, Nasrudin juga meminta pemerintah harus mencari cara untuk menghilangkan praktek pelansiran solar bersubsidi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab agar ketersediaan solar selalu ada di SPBU.

“Pemerintah juga harus mencari cara menghilangkan pelansir solar BBM bersubsidi agar ketersediaan solar selalu ada di SPBU,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menegaskan akan meniadakan penggunaan QR Barcode saat pengisian BBM bersubsidi di seluruh SPBU di Aceh.

ADVERTISEMENT

“Saya pikir-pikir, saya lihat di lapangan tiada makna sekalipun. Melakukan barcode, melakukan stiker, tiada makna sama sekali. Maka saya ambil kesimpulan pada hari ini adalah untuk menghapuskan semua barcode yang ada di SPBU, khususnya Aceh,” kata Mualem dalam pidato perdananya usai dilantik sebagai Gubernur Aceh di Gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu (12/2/2025).

Mualem menegaskan bahwa sistem barcode dalam pengisian BBM tidak lagi diperlukan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh BBM tanpa hambatan administrasi tambahan.

“PR hari ini adalah semua SPBU yang ada di Aceh tidak ada istilah lagi ada barcode. Mohon digarisbawahi semua, siapa saja yang mau isi minyak, tetap terus. Karena tidak jadi masalah lagi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, saat diwawancarai wartawan terkait kapan sistem penggunaan QR Barcode itu dihapus di SPBU, Mualem dengan tegas menjawab kebijakan itu mulai berlaku sejak terhitung ia dilantik sebagai Gubernur Aceh.

“Sekarang, tadi kan sudah saya bilang mulai sekarang tidak ada lagi barcode BBM,” ucap Mualem, setelah ia dilantik jadi Gubernur bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. (*)

Editor: Salman