Kak Seto Apresiasi Cepat Tanggap Tim Trauma Healing LPAI Aceh

Kak Seto Apresiasi Cepat Tanggap Tim Trauma Healing LPAI Aceh

Laporan: Redaksi | Editor: Salman
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto didampingi Ketua LPAI Aceh Marzuki saat melakukan kegiatan trauma healing kepada anak-anak korban bencana di posko pengungsian Kuala Ceurapee, Kabupaten Bireuen, Senin (29/12/2025). Dok. LPAI Aceh/Ist

Bireuen – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, memberikan apresiasi kepada Tim Trauma Healing LPAI Aceh yang dinakhodai Marzuki atas respons cepat dalam menangani pemulihan psikologis anak-anak korban bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Tim Trauma Healing LPAI Aceh dinilai mampu berperan sebagai Sahabat Anak yang tidak hanya memberikan pendekatan psikologis, tetapi juga dengan metode kreatif yang membangkitkan semangat anak-anak terdampak bencana.

“Kami bersama dengan Kakak-kakak dari LPAI Aceh, yang tampilannya tidak hanya sebagai Psikolog saja, tapi juga cepat tanggap sebagai Sahabat Anak. Yang pandai bernyanyi, mengajak menari menggerakkan mereka semua dengan optimis,” kata Kak Seto dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

“Itu saya lihat kebangkitan pertama dari sekitar 1.500 siswa menjadi percaya diri kembali,” sambungnya.

Kak Seto menilai kegiatan trauma healing seperti ini sangat penting dan idealnya dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak bencana, agar pemulihan psikologis anak dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Ia juga menambahkan, bahwa LPAI Aceh siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pusat apabila diminta, khususnya dalam fokus pemulihan kondisi mental dan emosional anak-anak pascabencana.

Menurut Kak Seto, upaya pemulihan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikis korban, terutama anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat peristiwa bencana.

Trauma healing, lanjutnya, merupakan treatment psikologis yang sangat positif untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri anak, meskipun ke depan mereka harus menjalani aktivitas belajar dari tenda-tenda pengungsian.

Dalam kesempatan itu, Kak Seto juga menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing bertema “Merangkul Harapan Memulihkan Senyum” telah dilaksanakan di tiga titik wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen sejak 26 hingga 28 Desember 2025.

Kegiatan tersebut menyasar sekitar 1.500 anak-anak yang tersebar di 21 desa di dua kabupaten tersebut, dengan berbagai rangkaian aktivitas pemulihan psikologis dan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup