Sederhananya, yang dilakukan petugas sensus adalah mengumpulkan data. Data ini bisa tentang apa saja. Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, status perkawinan adalah contoh data-data pokok yang biasa petugas sensus kumpulkan.
Selain itu, ada juga data tentang pengeluaran rumah tangga, pengalaman kerja, dan lain-lain sesuai dengan jenis Sensus atau Survey yang dijalankan seorang petugas sensus.
Dan untuk apa sih data itu dikumpulkan? Disusun untuk kemudian dilakukan analisis lebih lanjut untuk menggambarkan suatu keadaan. Hasil dari semua sensus dan survey kemudian dijadikan dasar dalam menentukan perencanaan pembangunan dimasa depan.
Lalu, mengapa saya katakan bahwa menjadi seorang petugas sensus adalah sebuah perjuangan? Karena banyak orang yang tidak menyadari kami ada, tidak mengetahui apa yang kami kerjakan, dan untuk apa kami mengerjakannya.
Seringkali kami hanyalah dianggap orang-orang yang “kurang kerjaan” karena menanyai hal-hal kecil seperti “Apa saja yang dikonsumsi selama seminggu terakhir? Berapa liter berasnya? Sayuran apa saja yang dikonsumsi? Berapa harganya?” Itu hanyalah sebagian kecil pertanyaan dari set pertanyaan yang biasa ditanyakan petugas sensus dalam Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS).
Pertanyaan yang dianggap “kurang kerjaan” tersebut sebenarnya bertujuan untuk menghitung perkiraan kesejahteraan suatu rumah tangga berdasarkan penghitungan kebutuhan kalori per anggota rumah tangganya. Pertanyaan sederhana, yang jawabannya sebenarnya menentukan nasib bangsa ini dimasa akan depan.
Yang jadi masalahnya adalah, Anda tidak akan merasakan dampak langsung dari hasil pekerjaan kami. Seorang guru jelas-jelas memberikan ilmu kepada anak didiknya, dalam proses belajar mengajar. Seorang petugas pos mengantarkan surat langsung ke tangan Anda, dan lainnya. Toh kami apa?.
Lalu layanan apa aja yang diberikan seorang petugas sensus? Tanpa Anda sadari, kami adalah para “penyambung lidah”. Lewat pertanyaan-pertanyaan kami, kami mencatat keadaan Anda. Untuk kemudian kami teruskan kepada Pemerintah negeri ini, seperti inilah potret kehidupan masyarakatnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp