Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan seluruh aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 tetap dimulai secara serentak pada 5 Januari 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh menjadi alasan terhentinya hak pendidikan anak-anak Aceh.
“Kondisi di lapangan memang menantang, di mana ada 78 unit sekolah yang masuk kategori rusak berat. Namun, saya instruksikan agar proses belajar mengajar tetap dilaksanakan. Pendidikan harus hadir sebagai pemberi kepastian di tengah situasi bencana,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (30/12/2025).
Nasir menambahkan, aktivitas sekolah memiliki peran penting yang melampaui sekadar proses transfer ilmu pengetahuan. Menurutnya, kehadiran sekolah juga menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis bagi siswa yang terdampak langsung oleh bencana alam.
“Kehadiran siswa di sekolah akan membantu mereka kembali ke ritme hidup normal, yang merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana,” kata dia.
Berdasarkan data Posko Penanganan Bencana Meteorologi Pemerintah Aceh, dari total 555 unit SMA di seluruh Aceh, sebanyak 214 unit dilaporkan rusak akibat banjir dan longsor. Dampak paling signifikan tercatat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, serta Aceh Tamiang.
Hal senada juga diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga Juru Bicara Posko Penanganan Bencana, Murthalamuddin. Ia telah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh kepala SMA di Aceh.
“Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat sehingga ruang kelas tidak dapat digunakan, kami instruksikan untuk menggunakan sarana darurat. PBM tidak boleh berhenti,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta seluruh kepala sekolah untuk memastikan ketersediaan tempat belajar sementara.
“Kami telah meminta para kepala sekolah untuk memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap bisa masuk sesuai jadwal,” jelas Murthalamuddin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan