Keputusan spekulatif PSSI terbukti fatal. Harapan besar yang sempat tumbuh di era Shin Tae-yong kini kembali sirna. Sementara Kluivert, yang sebelumnya berjanji akan bertanggung jawab, bahkan tak menunjukkan sikap ksatria setelah kekalahan menentukan.

ADVERTISEMENT

Indonesia kini tak memiliki agenda besar hingga Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juli–Agustus tahun depan. Masih ada waktu bagi PSSI untuk berbenah, memperbaiki manajemen, dan menata ulang arah tim nasional.

Jika gelombang desakan KluivertOut dari suporter akhirnya dikabulkan, PSSI harus lebih selektif mencari pengganti. Calon pelatih baru sebaiknya memiliki rekam jejak yang jelas dan pengalaman membangun tim, bukan sekadar nama besar atau kebetulan hadir saat wawancara.

ADVERTISEMENT

Masih ada peluang menorehkan sejarah di Piala AFF 2026. Indonesia belum pernah menjadi juara ajang tersebut, meski sudah enam kali menjadi finalis.

Bermimpi ke Piala Asia boleh, tapi menjuarai Piala AFF adalah target realistis yang bisa mengembalikan kepercayaan publik. Tak perlu malu mengincar gelar itu, karena setiap trofi tetap berharga bagi perjalanan sepak bola nasional.

ADVERTISEMENT

Semoga evaluasi yang dilakukan PSSI kali ini bukan sekadar formalitas. Sepak bola Indonesia layak mendapat arah baru yang lebih profesional, konsisten, dan berpihak pada prestasi nyata.

Editor: Acehglobalnews.com