Kuala Simpang – Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk membersihkan material lumpur dan kayu gelondongan yang menimbun sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan pengerahan alat berat menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.
Menurut Nasir, keberadaan lumpur tebal di lingkungan sekolah berpotensi menghambat proses pendidikan jika tidak segera ditangani.
“Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan yang masuk ke area sekolah,” ujar M. Nasir dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Nasir menjelaskan, pembersihan material berat membutuhkan penanganan khusus agar bangunan sekolah kembali layak digunakan. Karena itu, tim di lapangan menerapkan metode pembersihan secara bertahap dan terukur, dimulai dari bagian dalam bangunan.
“Target pertama kami adalah membersihkan kelas-kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruangan lainnya. Lumpur didorong keluar ruangan menuju halaman, baru kemudian dilakukan pembersihan bagian luar sebagai tahap akhir,” kata Nasir.
Ia menambahkan, kondisi terparah ditemukan di ruang guru dan tata usaha. Di ruangan tersebut, endapan lumpur menutupi lantai dengan volume cukup besar sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk dibersihkan.
Selain mengandalkan alat berat, upaya pemulihan juga diperkuat oleh relawan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh. Para relawan bekerja secara manual menggunakan cangkul, sekop, serta pendorong air untuk membersihkan area yang tidak dapat dijangkau alat berat.
Nasir menyampaikan apresiasi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascabanjir. Menurut dia, kerja sama berbagai elemen menjadi kunci percepatan pemulihan fasilitas pendidikan.
“Bapak Gubernur Aceh mengucapkan terima kasih kepada para relawan ASN, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bahu-membahu membantu, agar anak-anak kita bisa kembali bersekolah dengan nyaman,” ujar Nasir. (*)
