ACEHGLOBALNEWS.com – Aceh tak hanya dikenal lewat sejarah dan keindahan alamnya, tapi juga lewat kulinernya yang sarat rasa dan kisah.
Setiap hidangan dari Tanah Rencong punya aroma rempah yang kuat dan cita rasa yang sulit dilupakan.
Dari mie legendaris hingga roti canai bergaya Kuala Lumpur, inilah tiga kuliner yang telah menjadi legenda di Banda Aceh.
1. Mie Razali, Legenda Hangat Sejak 1967
Nama Mie Razali telah menjadi simbol kuliner khas Aceh yang melegenda. Berdiri sejak 1967, warung ini menawarkan mie berbumbu rempah khas yang diracik dengan resep rahasia keluarga.
Cita rasanya yang gurih, pedas, dan beraroma kuat membuat Mie Razali terus digemari lintas generasi.
Menu utama di sini mie Aceh dengan aneka pilihan isian daging sapi, ayam, hingga seafood.
Setiap suapan menghadirkan sensasi rempah yang menggoda. Berdasarkan ulasan Google, Mie Razali memiliki rating 4.3 dari 4.833 pengguna, membuktikan reputasinya tak pernah pudar.
Warung legendaris ini berlokasi di Jl. T. Panglima Polem No.81–82, Peunayong, Kota Banda Aceh, buka setiap hari pukul 10.00–23.00 WIB, kecuali Jumat mulai 02.00 WIB.
2. Canai Mamak, Sentuhan Legenda Kuala Lumpur di Aceh
Berbeda dari kuliner khas lainnya, Canai Mamak Kuala Lumpur membawa cita rasa lintas negara yang memikat.
Pemiliknya, warga asli Aceh yang pernah bekerja di Malaysia, terinspirasi untuk menghadirkan roti canai khas Kuala Lumpur ke kampung halamannya dengan sentuhan lokal yang unik.
Hidangan andalannya tentu roti canai dengan berbagai isian seperti kari, cokelat, srikaya, dan keju.
Teksturnya lembut dan gurih, berpadu dengan kuah kari kental yang aromanya menggoda.
Tak heran jika Canai Mamak jadi tempat favorit para pencinta kuliner. Berdasarkan ulasan Google, tempat ini memiliki rating 4.4 dari 2.425 pengguna.
Lokasinya berada di Jl. Teuku Umar No.51, Seutui, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, dan buka setiap hari pukul 11.00–23.00 WIB. Suasana warungnya santai, membuat pengunjung serasa berada di kedai mamak khas Kuala Lumpur.
3. Rumah Makan Hasan, Legenda Cita Rasa Tradisional Sejak 1989
Tak ada yang bisa menandingi keaslian rasa masakan Aceh seperti di Rumah Makan Hasan.
Berdiri sejak 1989, rumah makan ini menjadi penjaga warisan kuliner Aceh yang autentik dan kaya rempah.
Menu legendarisnya antara lain Ayam Tangkap, Sie Kameng (daging kambing khas Aceh), dan Pliek’u, sajian tradisional berbahan dasar kelapa dan rempah pilihan. Semua disajikan dengan cita rasa pedas, gurih, dan harum yang khas.
Rumah Makan Hasan kini memiliki beberapa cabang di Banda Aceh dan sekitarnya, antara lain:
Warung Nasi Hasan 3 di Jl. Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, buka pukul 11.30–21.00 WIB.
Warung Nasi Hasan 2 di Jl. Dr. Mr. T. Muhammad Hasan, Batoh, Lampeuneurut Gampong, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.
Warisan Rasa yang Tak Pernah Hilang
Ketiga kuliner ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari perjalanan panjang cita rasa Aceh. Dari Mie Razali yang menjadi legenda sejak puluhan tahun lalu, Canai Mamak Kuala Lumpur yang menghadirkan cita rasa lintas budaya, hingga Rumah Makan Hasan yang menjaga kemurnian rasa tradisional, semuanya adalah potret kekayaan kuliner Aceh yang sesungguhnya.
Bagi Anda yang berkunjung ke Banda Aceh, mencicipi hidangan dari tiga tempat ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang menikmati warisan kuliner yang sudah menjadi legenda di Tanah Rencong. Sekali mencoba, rasanya akan terus melekat di ingatan.(*)


