Gedung Serbaguna, Prioritas Musrenbang Gampong Pasar Blangpidie Abdya

  • Whatsapp
Pj. Keuchik Gampong Pasar Blangpidie, Abdya, Takdir. (FOTO : ACEHGLOBALNEWS.COM/SALMAN)

GLOBAL BLANGPIDIE – Pembangunan infrastruktur Gedung Serbaguna Desa dinilai hal terpenting guna menunjang pelayanan publik oleh pemerintahan desa terhadap masyarakatnya.

Hal itu diutarakan oleh Pj Keuchik Gampong Pasar Blangpidie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Takdir kepada ACEHGLOBALNEWS.com, Jum’at (17/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Hasil Musrenbang pada Selasa (14/9/2021) kemarin, para peserta musyawarah sepakat memprioritaskan infrastruktur gedung serbaguna pada pembangunan tahun 2022 mendatang,” ujarnya.

Takdir mengatakan, infrastruktur gedung serbaguna menjadi harapan masyarakat Gampong Pasar Blangpidie, lantaran gedung tersebut bisa digunakan multi fungsi.

Selain itu, infrastruktur gedung serbaguna dinilai penting lantaran desa belum sama sekali memiliki gedung itu sejak tahun 2007.

“Sejak lahirnya gampong Pasar Blangpidie berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, sampai sekarang kantor keuchik selalu berpindah-pindah setiap tahunnya,” ungkapnya.

Selama ini, menurut Takdir, pemerintah gampong sudah 14 tahun menyewa kantor desa dengan harga sewa mulai Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per tahun.

“Jika dihitung selama 14 tahun, maka dana yang terkuras untuk sewa kantor keuchik saja sudah mencapai Rp 140 juta hingga Rp 280 juta,” rincinya.

Disamping itu, katanya kegunaan gedung serbaguna juga dapat menyimpan aset-aset barang desa agar lebih tertib dan aman.

“Jadi, dengan adanya gedung serbaguna kedepan bisa dimanfaatkan untuk mengamankan dan menertibkan aset barang desa untuk ditempatkan dalam gedung tersebut,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, jika nanti gedung serbaguna terbangun, pihaknya berencana akan memfungsikan beberapa kantor atau ruangan di gedung tersebut seperti, Kantor Desa, Kantor Tuha Peut, Kantor PKK, Sekretariat BUMDes, Kantor Kepemudaan/Karang Taruna, dan juga aula musyawarah.

“InsyaAllah, apabila pagu dana desa (DD) tahun depan mencukupi, kita rencana desain gedung satu atap multi fungsi, sehingga seluruh aktivitas pelayanan pemerintah gampong terpusat dalam gedung serbaguna,” tutur dia.

Takdir melanjutkan, gampong Pasar Blangpidie terletak di pusat Ibu Kota Kabupaten, tingkat keaktifan kantor desa dalam melayani masyarakat juga tinggi.

“Kantor beroperasi mulai siang hingga malam. Jadi, sudah seyogyannya dengan kondisi seperti ini sangat layak dan wajar jika kita harus memiliki kantor desa sendiri,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya lagi, pada musrenbang lalu juga lahir usulan infrastruktur lain yakni, pembangunan saluran limbah rumah tangga. Sementara, bidang pemberdayaan masyarakat, para peserta musyawarah mengusulkan program pelatihan peningkatan kapasitas SDM masyarakat.

“Ada usulan masyarakat untuk dibuatkan pelatihan bagi kalangan anak-anak muda dan remaja dengan harapan akan lahir SDM yang siap menjadi penerus pemerintahan desa,” sebutnya.

Dikatakan Takdir, di masa kepemimpinannya menjabat Pj Keuchik, desa sudah mampu menambah aset desa berupa tanah kosong seukuran dua pintu ruko yang bersumber dari pendapatan asli gampong (PAG) hasil usaha BUMDes.

“Tanah tersebut kita adakan tahun 2021 dengan sumber PAG dari hasil usaha BUMDes,” pungkasnya. (*)

Pos terkait