Kapolda Aceh Minta Masyarakat Jangan Termakan Berita Hoaks tentang Vaksin

  • Whatsapp
Kapolda Aceh Minta Masyarakat Jangan Termakan Berita Hoaks tentang Vaksin
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar yang didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, diwawancara wartawan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Camat Blangpidie, Abdya, Selasa (26/10/2021). FOTO : ACEHGLOBALNEWS/SALMAN.

GLOBAL BLANGPIDIE – Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar menegaskan masyarakat di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) agar tidak termakan atas kabar hoaks yang memberitakan tentang vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Kapolda saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ke Abdya, Selasa (26/10/2021).

Bacaan Lainnya

“Tolong jangan sampai termakan hoaks. Kita tabayun, kita orang Islam, tolong cek and ricek setiap informasi yang masuk. Jangan mudah terbawa, ada yang seribu kebenaran tidak pernah menjadi panutan, ada satu berita kebohongan itu yang menjadi pegangan,” ungkap Kapolda.

Ia menegaskan, tidak ada maksud dari pemimpin ingin mencelakakan masyarakatnya dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 itu.

Karena, Kapolda yakin bahwa masyarakat Aceh banyak yang pintar-pintar, dan mampu menyaring informasi yang hoaks dan mana yang bukan.

“Tidak mungkin pemimpin itu ingin mencelakakan rakyatnya, tidak ada. Jadi saya berharap, ini tolong disambut dengan baik sehingga tidak ada lagi nanti yang mengatakan kalau vaksin itu hoaks,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, pelaksanaan vaksinasi di Abdya dinilai sudah cukup bagus. Saat ini, kata dia, capaian herd immunity di Abdya sudah mencapai 33 persen.

Sementara, Jenderal Bintang Dua ini juga berharap di akhir September 2021 ini capaian herd immunity itu bisa mencapai minimal 50 persen.

“Karena minimal 50 persen itu target yang diberikan oleh presiden kepada kita. Sehingga herd immunity kekebalan masyarakat ini akan tercapai,” tuturnya.

Menurut Kapolda, upaya pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19 ini bukanlah perkara yang mudah. Ia mencontohkan salah satunya pada pembelian vaksin. Semua negara di dunia ini itu berebut untuk mendapatkan vaksin.

“Jadi vaksin yang ada ini harus betul-betul kita fungsikan, kemudian kita gunakan juga dengan baik,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan data, Aceh merupakan daerah provinsi nomor dua di Indonesia dengan capaian vaksinasi terendah setelah Provinsi Papua.

“Jadi, Aceh ini sudah ketinggalan zaman. Saya mohon, kita harus bisa mengejar ketertinggalan ini dengan provinsi-provinsi lainnya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait