Sekda Aceh Laporkan Capaian Vaksinasi dan Realisasi Dana Desa kepada Wapres

  • Whatsapp
Wapres KH Ma'ruf Amin, yang didampingi Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, bersama Sekda Aceh, Taqwallah dalam Rakor Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/11/2021). (Foto : Humas Pemprov Aceh)

GLOBAL BANDA ACEH – Sekda Aceh, Taqwallah mewakili Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan laporan capaian vaksinasi dan realisasi dana desa di Aceh kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin.

Sekda mengatakan capaian vaksinasi di Aceh sudah berada pada posisi 34,5 persen per 15 November 2021.

Bacaan Lainnya

Jumlah tersebut, kata Taqwallah mengalami peningkatan dari 19 persen pada bulan Agustus lalu.

Peningkatan tajam terjadi pada September sebanyak 6,3 persen, kemudian Oktober 5,9 persen dan per 15 November 2021 sebesar meningkat 3,5 persen.

“Kenaikan signifikan terjadi pada kelompok usia sekolah atau remaja, yaitu 28,9 persen dari sebelumnya 2,8 persen,” ujar Sekda Taqwallah dalam Rakor Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/11/2021).

Sekda menyebutkan, peningkatan terjadi setelah sosialisasi massif untuk kelompok usia remaja pada 1.141 pesantren dan 2.677 sekolah serta pertemuan dengan 6.497 kepala desa, 289 camat, 360 Kepala puskesmas dan dukungan luar biasa dari para ulama.

Selain itu, Sekda juga melaporkan realisasi Dana Desa di Aceh. Ia mengatakan, dalam 2 tahun terakhir, Pemerintah Aceh telah berhasil mendorong penciptaan dana desa hingga tepat waktu pada bulan Januari.

“Pada tahun ini, alokasi Dana Desa sebesar Rp 4,98 triliun untuk 6.497 Desa, sudah terealisasi 89 persen per 15 November 2021,” katanya.

Sekda menambahkan, kesepakatan bersama para Keuchik (Kepala Desa) di Aceh, pencairan perdana dana desa tahap I tahun 2022 diharapkan dapat dilakukan sebelum 10 Januari.

Sementara, kata dia, pada tahun 2020, telah dialokasikan penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp. 896 miliar lebih untuk 6.246 BUMG, dalam rangka pemberdayaan ekonomi di desa.

Lebih lanjut, dikatakan Sekda terkait pengembangan UMKM di Aceh. Saat ini Aceh memiliki 325.092 UMKM yang dibina oleh Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten/kota melalui Dinas Koperasi dan UKM.

Taqwallah juga menyebutkan sejumlah bentuk dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah kepada pelaku UMKM, yaitu, Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) dan Surat Edaran Tentang Prioritas Penggunaan Produk UMKM di Aceh.

Kemudian, memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha KUMKM melalui 7 jenis pelatihan dan 9 jenis pendampingan, stimulus, kemitraan dengan berbagai pihak, serta digitalisasi 1.150 UMKM dalam pelaporan keuangannya.

Kedatangan Wapres di Aceh didampingi istri, Hj. Wury Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A. Halim Iskandar, Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Lukmanul Hakim. (**)

Pos terkait