SEMAT Besuk Husnul Qatimah, Bocah Miskin Alami Kebutaan dan Lumpuh

  • Whatsapp
Komunitas SEMAT saat membesuk Husnul Qatimah, bocah yang mengalami cacat mata dan kelumpuhan di rumah kediamannya di Gampong Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Rabu (20/10/2021). FOTO: ACEHGLOBALNEWS/SALMAN

GLOBAL BLANGPIDIE – Komunitas Ibu-ibu yang tergabung dalam Sedekah Makanan Jum’at (SEMAT) Aceh Barat Daya (Abdya), membesuk Husnul Qatimah bocah dari keluarga miskin berusia 9 tahun yang menderita cacat organ tubuh, kebutaan dan lumpuh, di rumah kediamannya Gampong Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Rabu (20/10/2021).

Kedatangan komunitas SEMAT tersebut didampingi oleh Pj Keuchik Gampong Alue Rambot, Syawal. Disamping membesuk Husnul, komunitas SEMAT juga menyedekahkan bantuan berupa paket susu dan uang tunai hasil para donasi ibu-ibu.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi ananda Husnul, melihat keterbatasannya dan ketabahan, serta ketegaran ibunya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami, banyak berucap syukur atas apa yang kita miliki saat ini,” ungkap Koordinator SEMAT, Ria Primania usai membesuk Husnul.

Ria menambahkan, dirinya berharap kepada banyak pihak yang memiliki kelapangan rezeki agar sudikiranya mau berbagi dengan ananda Husnul Qatimah.

“Ananda Husnul sangat membutuhkan uluran tangan kita semua. Mungkin, sedikit bagi kita tapi sangat berharga bagi mereka,” ujar Ria.

Untuk diketahui, Husnul Qatimah adalah anak ketiga dari pasangan keluarga miskin, Halimatun Nur Suria (34) dan Sukardy (38). Ia semestinya tumbuh normal seperti anak perempuan seusianya yang lain.

Namun, kini kondisi Husnul sangat memprihatikan. Tubuhnya semakin kurus kerontang lantaran tidak bisa makan akibat mengalami kebocoran pada langit-langit mulutnya. Ia juga tidak bisa berbicara.

“Sejak lahir memang tidak normal seperti bayi lainnya, anak saya mengalami kebutaan dan lumpuh,” ungkap Halimah panggilan akrab Halimatun Nur Suria.

Halimah mengatakan, dokter mendiagnosa anaknya menderita komplikasi pada hampir seluruh organ tubuh. Sehingga, sehari-hari ibunya hanya memberi susu sebagai asupan makanannya.

“Kalau tidak ada uang terkadang anak saya hanya saya berikan susu kotak yang dijual di kios seharga tiga ribuan. Bahkan, tak jarang saya berikan tepung beras yang dicampur air sebagai pengganti susu,” ujar sosok perempuan tegar yang selalu tabah merawat Husnul asal Kalimantan tersebut.

Ia dan suaminya, Sukardy bertemu di Malaysia saat keduanya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Saat melahirkan anak pertama tahun 2007, Sukardy mengajak Halimah pulang ke Aceh.

Kemudian, setelah anak ketiganya Husnul Qatimah lahir sekitar tahun 2012 lalu, sang suami berpamitan mencari pekerjaan ke Banda Aceh. Setelah itu, hingga sekarang suami tak kunjung kembali. Ketika suaminya pergi, Husnul masih berusia 3 bulan. Kini sang anak sudah berusia 9 tahun.

Selama ini, ujar Halimah, untuk bertahan hidup dan menafkahi anak-anaknya, ia bekerja seorang diri sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga sekitar.

Selain merawat Husnul, Halimah juga tinggal bersama kedua anak laki-lakinya, yaitu Irfan Gunawan (15) dan Rahmat Danil (13). Keduanya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). (*)

Pos terkait