Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji asal Aceh pada musim haji 2026.
Menurutnya, kualitas pelayanan petugas akan sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Penegasan tersebut disampaikan Fadhlullah saat membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Kloter Embarkasi Aceh Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan itu berlangsung di Aula Arafah, Asrama Haji Aceh, Minggu (1/2/2026), dan diikuti oleh calon petugas haji dari berbagai unsur.
“Menjadi petugas haji bukan semata tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian dan ibadah. Jamaah haji adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati,” ujar Fadhlullah dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa setiap petugas harus menghadirkan sikap melayani, bukan sekadar menjalankan kewajiban formal.
Wagub juga mengingatkan agar seluruh peserta diklat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, disiplin, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.
Selain itu, kata Wagub, empati dan kesabaran juga dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi beragam kondisi jamaah haji di lapangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Diklat PPIH Aceh, H. Afrizal, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme petugas haji.
Dia berharap diklat tersebut mampu meningkatkan kesiapan teknis maupun mental petugas dalam memberikan pelayanan optimal kepada jamaah haji Aceh.
“Melalui diklat ini, para petugas dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman tugas yang komprehensif, sehingga mampu menjalankan peran masing-masing secara maksimal,” kata Afrizal.
Ia juga menambahkan, pembekalan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan antarinstansi agar seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di Arab Saudi, dapat berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan