Sebelumnya, diberitakan bahwa puluhan rumah di Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara mengalami kerusakan (keretakan tembok rumah) yang diduga disebabkan oleh aktivitas getaran mesin mobil vibrator seismic milik perusahaan PT GSI, yang sedang melakukan survei untuk mencari titik sumber gas baru.

Sementara itu, Humas PT. Gelombang Seismic Indonesia (GSI) Edi, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab permasalahan tersebut.

Ketika wartawan melontarkan pertanyaan bahwa dirinya adalah Humas di PT GSI dan hal ini merupakan tugas humas untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, Edi pun menjawab bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab terkait masalah teknis di lapangan saja.(*)

Editor: Salman

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp