“Semestinya kami dari aparatur desa sangat menghargai kegiatan yang bersifat positif seperti ini. Kami dorong agar kegiatan ini terus berkelanjutan, bagi anak-anak yatim yang menerima mudah-mudahan dapat memanfaatkannya sebaik mungkin,” ungkap Ali.

Dia menegaskan, bahwa anak-anak yatim dan piatu harus dibimbing menjadi anak yang sholeh dan sholeha, karena mereka adalah generasi penerus dan menjadi bagian kemajuan pembangunan bangsa.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Bagus sekali sebagai terobosan untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kepedulian sosial” tambahnya.

Dirinya berharap santunan untuk anak yatim, piatu dan fakir tersebut, harus menjadi motivasi bagi komunitas lain, agar melakukan aksi-aksi sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tujuannya agar lebih banyak lagi pihak yang terbantu.

Kedepan, lanjut Ali, semua kalangan harus memiliki inisiatif untuk melakukan aksi sosial. Semakin banyak komunitas yang peduli terhadap kaum dhuafa, semakin meningkat pula taraf kehidupan masyarakat.

“Kepedulian sosial merupakan bentuk empati terhadap sesama yang dapat mendorong terwujudnya daerah yang religius, maju, dan inovatif menuju masyarakat maju lahir dan batin,” papar M. Ali.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Abon Armisli sebagai penceramah, aparatur Gampong Krueng Bate, warga, anggota GPP Krueng Batee, anak yatim, piatu, fakir, serta tamu undangan lainnya.(*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp