“Berbagai langkah strategis perlu terus dilakukan untuk menarik penanam modal, baik PMDN, maupun PMA ke Aceh melalui berbagai daya tarik investasi yang bersifat clean and clear and ready to offer, termasuk juga dalam hal ease of doing business atau kemudahan berusaha lainnya, sehingga Aceh tidak hanya maju dan berkembang secara ekonomi, namun juga dikenal sebagai destinasi investasi impian bagi para penanam modal melalui semangat Green Investment,” papar Nova.

Lebih lanjut, Nova kembali menerangkan, memacu investasi berkelanjutan menuju pemulihan ekonomi Aceh Pasca Covid-19 telah menjadi isu penting yang mengedepankan “Green Investment” atau “konsep investasi hijau “melalui prinsip-prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Konsep investasi hijau, kata Nova, menekankan pentingnya proteksi lingkungan dengan memelihara habitat, merehabilitasi hutan dan melindungi keanekaragaman hayati.

“Aceh memerlukan penanaman modal yang ramah lingkungan untuk mencegah perubahan iklim dan eksploitasi alam yang mengurangi manfaat positif bagi pertumbuhan ekonomi masa depan. Hal ini sesuai dengan semangat Aceh Green sebagai salah satu program Aceh Hebat,” kata Nova.

Pembukaan Investment Planning Forum 2022 itu turut diikuti unsur FORKOPIMDA Aceh, sejumlah kepala daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, dan DPMPTSP Kabupaten Kota, sejumlah narasumber, Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait, Asosiasi/Pelaku Usaha, Pengelola Kawasan Ekonomi Aceh, Pimpinan Perbankan, hingga Pimpinan LSM dan Akademisi. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp