Misalnya : tittiet dan poppoop (suara klakson mobil), tamtuem, damgeudum dan buembuem (suara letusan senjata dan suara bom) , kramkruem (suara patah sesuatu), pampuem dan pampam (suara tinju, pukulan atau tamparan), teptep dan cepcrop (suara tetesan air, dll), cepcop (suara mulut orang yang sedang makan), dan kukuuek…uek, mbeek (suara kokok ayam dan suara kambing).
Mengenai anomatopea saya hanya memaparkan beberapa contoh dalam kalimat yaitu : 1) kata tittiet dalam kalimat. Jino laju tanyo beurangkat moto i lua kaji tittiet, artinya Sekarang juga kita berangkat mobil di luar sudah dibunyikan klaksonnya (pertanda isyarat memanggil untuk segera berangkat), 2) kata tamtuem dalam kalimat. Malam baro na tamtuem aleh pat ?, artinya Malam kemarin ada suara letusan senjata entah dimana? Anomatopea (tiruan bunyi) dalam Bahasa Aceh merupakan kata tunggal murni dan merupakan kata dalam jenis morfem segmental dan merupakan bentuk bebas.
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri tanpa dilekatkan (digabungkan) dengan kata lain maupun dengan imbuhan lain, tetapi tetap memiliki makna.
Selain keunikan-keunikan di atas, Bahasa Aceh juga memiliki tanda diakrikit (tanda baca atau baris di atas) untuk memudahkan dalam pembacaan. Maka jangan heran jika ada orang yang tidak paham Bahasa Aceh mengira bahwa itu Bahasa Spanyol atau Bahasa Perancis, karena memiliki kemiripan dalam hal penggunaan diakritik.
Demikianlah tulisan singkat ini mengenai keunikan Bahasa Aceh semoga bermanfaat untuk para pembaca. Keunikan Bahasa Aceh dalam tulisan ini hanya saya paparkan secara gamblang dan sederhana, karena keterbatasan referensi. Untuk memudahkan mencari informasi sebagai rujukan tulisan ini saya melakukan langsung observasi dalam masyarakat pengguna Bahasa Aceh.
Masih banyak keunikan lain yang dimiliki Bahasa Aceh kiranya perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan. Dalam rangka pengembangan dan pelestarian bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan budaya nasional yang patut kita bangggakan.
Untuk memahami lebih jelas dan mendalam mengenai Bahasa Aceh silakan anda baca buku Tata Bahasa Aceh karya Dr. Wildan, M.Pd.(*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp