PM Ismail Sabri mengatakan ia akan mendiskusikan gagasan ini dengan pemimpin negara ASEAN lain.

“Saya akan mendiskusikan dengan pemimpin negara ASEAN lain, khususnya negara-negara yang telah menggunakan bahasa Melayu. Saya akan mendiskusikan usulan terkait menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua di ASEAN,” jelasnya.

Melihat kecintaannya kepada bahasa Melayu, Ismail Sabri mengaku ia selalu meminta Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk mempersiapkan catatan dan dokumen lain dalam bahasa tersebut saat mengikuti perjalanan resmi ke luar negeri.

“Kita tidak harus merasa malu atau canggung untuk menggunakan bahasa Melayu di level internasional. Upaya untuk memberdayakan bahasa Melayu juga senada dengan salah satu area prioritas di kerangka Kebijakan Luar Negeri Malaysia yang dirancang pada 7 Desember tahun lalu,” katanya seperti dikutip dari CNA.

Tak hanya itu, Ismail Sabri juga meminta Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk memberikan kelas bahasa Melayu kepada staf kementerian yang ditugaskan ke luar negeri.

Ismail menyoroti tentang banyaknya anak dari diplomat Malaysia yang tinggal di luar negeri tak begitu menguasai bahasa Melayu karena sedari kecil sudah ikut orang tua mereka yang bekerja di negeri orang. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp