—
Tapak Tuan di pesisir barat Aceh bukan sekadar kota kecil dengan panorama laut yang memukau. Kota yang dikenal dengan julukan “Kota Naga” ini menyimpan kisah legendaris tentang Tuan Tapa, seorang pertapa sakti yang dipercaya meninggalkan jejak kaki raksasa di tepi laut.
Legenda tersebut telah hidup turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Aceh Selatan. Kini, tempat itu menjelma menjadi destinasi wisata yang sarat sejarah dan mitos.
Kisah bermula dari Tuan Tapa, seorang petapa sakti yang hidup di Gunung Tuan dan dikenal memiliki kesaktian tinggi. Ia kerap menyepi dan berdoa di tempat sunyi, hingga suatu hari kedamaiannya terusik oleh pertarungan hebat di lautan.
Pertempuran itu melibatkan dua naga raksasa dari Tiongkok yang memperebutkan seorang putri dari Kerajaan Asralanoka. Melihat perkelahian itu tak kunjung berhenti, Tuan Tapa pun turun tangan melerainya.
Dengan langkah besar, Tuan Tapa disebut meninggalkan jejak kaki raksasa di Gunung Lampu, yang kini dikenal sebagai Tapak Tuan Tapa.
Selain jejak kaki raksasa, di sekitar kawasan Tapak Tuan juga terdapat karang-karang unik yang dipercaya berkaitan dengan legenda tersebut. Di antaranya karang berbentuk kopiah dan tongkat, yang diyakini milik Tuan Tapa.
Ada pula karang berbentuk hati di Desa Batu Itam yang disebut sebagai tubuh naga, serta batu berbentuk layar di Pantai Batu Berlayar yang dipercaya sebagai kapal Raja dan Permaisuri yang hancur dalam pertarungan. Semua situs itu kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tak jauh dari lokasi itu, terdapat pula makam misterius sepanjang 15 meter yang dikenal sebagai tempat menghilangnya Tuan Tapa. Bagi masyarakat Tapak Tuan, keberadaan makam itu menjadi simbol kesakralan legenda yang tak lekang oleh waktu.
Pemerintah daerah setempat juga terus berupaya mempercantik kawasan wisata Tapak Tuan. Jejak kaki raksasa kini telah direnovasi agar lebih jelas terlihat, sehingga pengunjung bisa menikmati panorama laut dan situs sejarah dalam satu lokasi.
Akses jalan menuju tempat wisata juga sudah diperbaiki, membuat wisatawan lebih mudah menjangkau kawasan tersebut. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata Aceh Selatan.
Selain keindahan alam, Tapak Tuan juga menawarkan pengalaman spiritual dan budaya yang unik. Banyak wisatawan datang tidak hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk mengenal lebih dekat legenda Tuan Tapa yang melekat kuat di hati masyarakat.
Keanggunan laut biru, hamparan batu karang, dan kisah mistis yang mengiringi menjadikan Tapak Tuan destinasi yang berbeda dari tempat wisata lainnya di Aceh. Tak heran jika kawasan ini disebut-sebut sebagai “perpaduan antara keajaiban alam dan legenda hidup.”
Bagi Anda yang mencari pengalaman wisata sejarah sekaligus keindahan alam, Tapak Tuan layak menjadi tujuan utama saat berkunjung ke Aceh.
Menapaki jejak Tuan Tapa bukan sekadar melihat peninggalan legenda, tapi juga cara memahami nilai budaya dan kepercayaan masyarakat pesisir barat Aceh. Legenda raksasa itu kini hidup dalam ingatan, menjadi kisah yang terus mengalir di antara debur ombak dan batu karang Tapak Tuan.***
