Peringati HDI 2025, Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Kaki Palsu bagi 98 Disabilitas

Peringati HDI 2025, Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Kaki Palsu bagi 98 Disabilitas

Laporan: Redaksi | Editor: Salman
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, menyerahkan bantuan kaki palsu kepada salah satu penerima manfaat, di halaman Kantor Dinas Sosial Aceh, Selasa (30/12/2025). Dok. Dinsos Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025, di halaman Kantor Dinas Sosial Aceh, Selasa (30/12/2025).

HDI tahun ini mengusung tema “Membangun Masyarakat Inklusif bagi Penyandang Disabilitas untuk Mendorong Kemajuan Sosial”.

Plt. Kadis Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., mengatakan, peringatan HDI harus menjadi pengingat bersama untuk mengubah paradigma terhadap penyandang disabilitas, dari pendekatan berbasis belas kasihan menuju pemenuhan hak, kesetaraan, dan pemberdayaan.

Chaidir menjelaskan, peringatan HDI juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat pengarusutamaan inklusi serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Aceh.

Pembangunan yang berkeadilan, kata Kadis Sosial, hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan dan akses yang setara.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan kaki palsu yang langsung dipasangkan di lokasi kegiatan kepada 98 orang penerima manfaat.

Penyerahan bantuan turut didampingi Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Aceh.

Peringatan HDI 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas penyandang disabilitas, seperti tarian, peragaan busana (fashion show).

Selain itu, salah seorang penyandang disabilitas menyerahkan sebuah lukisan kepada Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, yang akrab disapa Bu Ana.

Lukisan tersebut menggambarkan sosok beliau bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan menghadirkan suasana haru serta penuh makna.

Kadis Sosial Aceh Chaidir, menambahkan bahwa inklusivitas bukanlah beban, melainkan peluang untuk membangun masyarakat yang adil, adaptif, dan saling menguatkan.

Melalui peringatan HDI ini, Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi serta menunjukkan potensi terbaiknya di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, seluruh Kepala Bidang dan Kepala UPTD di lingkungan Dinas Sosial Aceh, serta komunitas penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Aceh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup