Problem ini, penulis mengajak aktivis-aktivis yang masih berakal sehat agar bersama-sama memberantas bibit yang akan menjadi beban dan bangsa kedepannya. Jika tidak diberantas sekarang takutnya, lama-kelamaan akan melahirkan lebih banyak lagi bibit yang tidak menjunjung tinggi nilai keadilan dan akan semakin parah kedepannya. Jangan sampai bisa di cetak koruptor juniar di bumi yang kental dengan Syariah ini. Misalnya tidak di berantas bersama-sama, sama saja kita mendukung mereka untuk memperkaya isi perut oligarki tersebut. Jika kita masih menginginkan Aceh ini sejahtera dan bermartabat mari sama-sama kita memberantas bibit seperti itu di negeri tercinta ini.
Sejatinya, mahasiswa yang berjiwa ideologis jangan sampai hilang keidealismenya karena permainan kaum oligarki yang kian membunuh karakter maupun akal sehat mahasiswa yang memiliki jiwa merdeka didalam batinnya. Jika sudah mudah dipermainkan percuma saja merawat dan menjaga ideologisnya selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kampus juga harus ikut memberikan himbauan atau memberikan kartu merah kepada aktivis yang bermain bersama kaum oligarki, karena ini problem yang harus dituntaskan secepat mungkin. Karena bisa merusak citra aktivis lain yang berakal sehat dikarenakan pelaku aktivis bandet ini yang sudah tidak memiliki jiwa independennya maupun akal sehatnya yang lama tertanam sudah mulai memudar begitu saja. Penulis tidak banyak menguraikan latar belakang aktivis bandet tersebut. Dalam konteks budaya diskusi di warung kopi ini hanya sekedar bunga rampai saja yang ingin menyadarkan aktivis bandet tersebut. Maraknya warkop Di Aceh saat ini membuat tiap kalangan sudah mudah dari kalangan mahasiswa juga bisa belajar dengan dosen di warkop saat pandemi asalkan tetap menjaga prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Harapannya kedepan, agar budaya seperti ini tetap terjaga asalkan mempunyai manfaat bagi setiap kalangan sekalian, juga bagi mahasiswa tetap terus melakukan diskusi dan belajar di warkop agar terasah ideologis akademisnya bisa terawat sesuai yang diharapkan masing-masing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp