“Kedepan kita juga ingin membangun sistem zakat yang modern, akuntabel, dan berbasis pemberdayaan ekonomi. Sebab zakat tidak hanya diberikan untuk konsumsi, tapi juga untuk produktivitas, agar mustahik bisa bangkit dan suatu hari menjadi muzaki baru,” tuturnya.

Plt Sekda Amrizal berharap gerakan ini bisa menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif bahwa zakat bukan hanya urusan individu, tapi tanggung jawab bersama sehingga kedepan Abdya bisa menjadi kabupaten yang dikenal karena kepedulian dan solidaritas sosialnya.

Dalam kesempatan itu, Amrizal juga mengajak seluruh ASN, pengusaha, pedagang, profesional, dan masyarakat luas untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yaitu Baitul Mal Abdya dengan tujuan zakat yang ditunaikan akan memberikan manfaat yang lebih luas, terukur, dan berkelanjutan.

“Terakhir kami ingin menegaskan bahwa zakat adalah simbol kesyukuran, tanda kepedulian, dan wujud cinta kita kepada sesama. Mari kita jadikan gerakan sadar zakat ini sebagai bagian dari budaya masyarakat Abdya, bukan hanya ritual tahunan, tetapi kesadaran yang hidup di setiap hati,” pungkasnya.

Kegitaan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya perwakilan Dandim 0110/Abdya Letda Inf Novri Wawan, Kabag SDM Polres Abdya AKP Syamsuir, serta perwakilan Kejari Abdya, Supinto.

Hadir pula Ketua MPU Abdya Tgk. Muhammad Dahlan, Anggota DPRK Mukhlis MS, Ketua KIP Iswandi, SH., MH., pimpinan SKPK, dan para camat.

Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk. Syamsul Qamar, bersama anggota komisioner Salman Syarif, Asmaul Husna, Zulbaili dan Syamsuardana, serta Kepala Sekretariat Iin Supardi juga turut hadir pada kegiatan tersebut.

Acara diikuti puluhan calon muzakki potensial dari kalangan pengusaha lokal, BUMD, instansi vertikal, dokter spesialis, dan pelaku profesi lainnya. (*)

Editor: Salman