Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Forum Keuchik Kuala Batee, Armaini, kepada wartawan, Kamis (28/8).
Armaini mengatakan, awalnya pihak tambang datang hanya meminta izin untuk melakukan survei saja. Apalagi, kata dia, yang membawa berkas survei merupakan warga Kuala Batee juga.
“Nah, sekarang sudah menjadi bahan di masyarakat dan mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen. Dengan demikian kami dari Forum Keuchik Kuala Batee juga dengan tegas menolak izin perusahaan Pt. Abdya Mineral Prima,” ungkap Armaini.
Ia khawatir kegiatan pertambangan tersebut bisa mengancam lingkungan dan keselamatan masyarakat. “Kita menilai pihak perusahaan telah mengingkari apa yang telah di sepakati awal yaitu cuman izin survei,” ujarnya.
Menurut Armaini, seharusnya izin pertambangan perusahaan tersebut dikeluarkan oleh pusat setelah adanya berita acara musyawarah dengan pihak tokoh dan masyarakat. Namun, musyawarah tersebut disinyalir tak pernah dilakukan.
“Kita juga dari Forum Keuchik juga sedang mencari kebenaran tentang IUP perusahaan tersebut apa benar dari Kementrian atau bukan?” imbuh Armaini. (*)
Catatan Redaksi: Judul berita diubah pada Jumat (29/8) pukul 20.22 WIB. Sebelumnya berjudul “Ramai Tolak Izin Tambang, Dari Forum Keuchik Hingga Anggota DPRK, Ini Kata Humas PT Abdya Mineral Prima”. Paragraf yang berisi keterangan Humas PT Abdya Mineral Prima dihapus. Redaksi menyampaikan permintaan maaf atas ralat berita ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp
Tinggalkan Balasan