Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S.Sos, M.S.P kembali melakukan diplomasi dengan Pemerintah Pusat guna memperkuat arah pembangunan daerah.
Upaya tersebut dilakukan Bupati Safaruddin sebagai bagian dari strategi mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Abdya berbasis potensi lokal dan untuk kepentingan masyarakat.
Sebelumnya, Safaruddin telah bertemu dengan sejumlah menteri, di antaranya Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi RI Prof Brian Yuliarto serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo.
Terbaru, pada Selasa (20/1/2026), Safaruddin kembali melakukan pertemuan saat mendampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bertemu Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja nyata Bupati Safaruddin dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Langkah itu ditempuh Safaruddin untuk memastikan program pembangunan Abdya sejalan dengan kebijakan nasional dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, pembahasan difokuskan pada peluang dukungan program pusat. Dukungan tersebut diarahkan untuk penguatan sektor kebudayaan serta pengembangan ekonomi daerah berbasis identitas lokal yang berkelanjutan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Abdya, Indra Darmawan, menjelaskan bahwa pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian pengusulan program pembangunan strategis bagi Abdya.
Usulan tersebut, menurut Indra, dinilai penting untuk memperkuat posisi Abdya dalam peta pembangunan nasional.
“Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kebudayaan lokal, sebagai aset pembangunan, sekaligus membuka peluang dukungan pusat terhadap sarana, prasarana, dan program kebudayaan yang berdampak ekonomi,” katanya, Selasa (21/1).
Indra Darmawan menambahkan, pemerintah pusat menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai fondasi identitas daerah. Selain itu, sektor kebudayaan juga dipandang memiliki peran strategis sebagai pengungkit ekonomi kreatif masyarakat.
“Salah satu isu yang disampaikan oleh Pak Bupati dalam pertemuan itu tentang pengembangan Abdya sebagai simbol budaya yang membutuhkan dukungan kebijakan dan infrastruktur dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain penguatan kebudayaan lokal, diskusi tersebut juga menyinggung jejak historis jalur rempah di Abdya. Jalur ini dinilai memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun ekonomi, sehingga relevan untuk dikembangkan dalam kerangka program kebudayaan nasional.
Pemerintah Kabupaten Abdya berharap seluruh usulan yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas wacana. Usulan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang terukur dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah Bupati Safaruddin menunjukkan komitmen Pemkab Abdya dalam menjadikan lobi antar pemerintah sebagai instrumen memastikan pembangunan daerah berjalan efektif, terarah, dan selaras dengan kebijakan nasional. (*)

Tinggalkan Balasan