Tapaktuan, AcehGlobalNews – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan menegaskan bahwa pemberantas virus polio bukanlah tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, melainkan tanggung jawab semua pihak sehingga para generasi penerus bisa terbebas dari penyakit lumpuh layu.
Hal itu disampaikan Sekda Aceh selatan, Cut Syazalisma S.STP saat membuka kegiatan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang berlangsung di SDN 7 Tapaktuan, Senin (12/12/2022).
“Bahwa pemberian tetes manis sebagai perlindungan anak-anak kita dari bahaya kelumpuhan polio ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tapi perlu dukungan dari semua elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Aceh Selatan,” tegas Cut Syazalisma.
Menurutnya, sejak 2014 hingga kini Indonesia sudah bebas dari kasus Polio, namun kata Cut Syazalisma keadaan tersebut perlu dipertahankan dengan peningkatan cakupan imunisasi.
“Saya berharap kepada semua pihak untuk mendukung pelaksanaan kegiatan imunisasi polio, sehingga kegiatan itu berjalan lancar sesuai dengan target capaian yang diharapkan,” harap Cut Syazalisma.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Fakhrizal, S.Kep,. M.Kes menyebutkan sebanyak 47.035 anak usia 0-12 tahun di Aceh Selatan menjadi sasaran imunisasi tetes polio yang berlangsung sejak 12-19 Desember 2022.
“Kegiatan imunisasi polio menyasar 47.035 anak mulai dari usia 0-12 tahun,” ujar Fakhrizal.
Fakhrizal menjelaskan, dalam rangka menyukseskan kegiatan imunisasi polio pihaknya akan menggerakan 24 Puskesmas untuk turun ke Sekolah hingga ke setiap Gampong yang ada di Aceh Selatan.
“Tenaga kesehatan dari Puskesmas yang akan turun di tiap sekolah dan Gampong yang ada di Kabupaten Aceh Selatan,” sebut Fakhrizal.
Disamping itu, ia juga mengaku bahwa mobil keliling dari Puskesmas, gerak kader dan pertemuan dengan kepala sekolah sudah dilakukan dengan harapan minimal 95 % dari 47.035 anak mendapatkan tetes manis polio tersebut.
Temuan kasus Polio di Kecamatan Mane, Pidie Aceh menjadikan Aceh ditetapkan status Kejadian Luar Biasa oleh Gubernur Aceh dan KLB Indonesia oleh Kementerian Kesehatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp