“Beliau aslinya dulu kan di Suak Ribe, Kemudian setelah tsunami pindah ke Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat,” jelasnya.

Meskipun berada di luar negeri, Dhiyauddin tetap membawa nama Indonesia dan Aceh ke panggung internasional. Semoga suara merdunya bisa terus menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. (*)

Editor : Salman

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp