Sementara itu, Ketua Umum FKPA Hj. Kartini menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya para perempuan dari berbagai daerah yang hadir dalam pelantikan. Ia menjelaskan, FKPA lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi.

“FKPA bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan yang membawa nilai-nilai Islam dan Pancasila, berorientasi pada peningkatan kompetensi serta kemandirian perempuan dalam pembangunan daerah,” jelas Kartini.

Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan membutuhkan sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan mitra strategis lain agar benar-benar mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh.

“FKPA ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, dan berdaya saing. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” kata Kartini.

Acara pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp