GLOBAL JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lebih dilibatkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Hal itu dilakukan untuk memperbaiki beragam persoalan terkait penyaluran pupuk bantuan pemerintah itu kepada petani.

“Sangat penting pelibatan BUMDes sebagai agen penyalur pupuk subsidi,” kata Andi Akmal Pasluddin seperti dilansir Antara, Rabu (22/9/2021).

Menurut Akmal, kehadiran BUMDes di desa dinilai sangat penting, karena merupakan perpanjangan tangan pemerintahan desa yang berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

Ia mengungkapkan, bahwa perbaikan persoalan penyaluran pupuk bersubsidi yang dimaksud adalah mengurangi durasi penyimpanan pada lini tertentu terutama pada distributor dan peningkatan pengawasan pupuk Subsidi.

“Ini kedepannya akan dapat mengurangi durasi penyimpanan pupuk bersubsidi sehingga tidak mengendap begitu lama, dan sekaligus ada penguatan pengawasan pupuk bersubsidi yang beredar pada wilayah tingkat pedesaan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, sisa stok pupuk bersubsidi di akhir tahun 2021 sebesar 1.899.646 ton harus dipastikan betul dapat mengamankan stok awal tahun 2022.

Perlu ada uji masifnya pelibatan BUMDes pada sinergi kemampuan penyediaan pupuk untuk penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021.

Dengan demikian, lanjut Akmal, maka ada keyakinan yang kuat bahwa pelibatan BUMDes merupakan upaya yang baik untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi terdistribusinya pupuk subsidi ke petani.

“Selama ini keluhan para petani adalah bukan pupuk secara umum yang langka. Akan tetapi, keberadaan pupuk subsidi yang langka,” ucapnya.

Oleh karena itu, Akmal berharap untuk menghindari berulang kembalinya kelangkaan pupuk bersubsidi di tingkat petani, selain upaya kartu tani, maka juga perlu tindakan pelibatan BUMDes sebagai pelaku distribusi penyaluran pupuk bersubsidi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pupuk aman jelang musim tanam di Oktober 2021, khususnya untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang menjadi wilayah penyaluran PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp