Belasan Meteran Air Bersih di Abdya Raib Digondol Maling

Belasan Meteran Air Bersih di Abdya Raib Digondol Maling

Laporan: Redaksi | Editor: Salman
Bukti salah satu meteran air bersih di Gampong Lhung Asan, Blangpidie, yang sebelumnya sudah terpasang di akhir tahun 2025, kini telah raib digondol maling. (Foto: Ist)

Blangpidie – Belasan meteran air bersih yang terpasang di rumah warga Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), raib digondol maling.

Ironisnya, meteran tersebut dicuri saat jaringan air bersih belum berfungsi dan air belum mengalir ke rumah warga. Peristiwa pencurian ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) dini hari.

Keuchik Gampong Lhung Asan, Maidi, membenarkan pencurian tersebut dan menyebutkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di desanya.

Menurut dia, sebelumnya warga juga pernah kehilangan sejumlah meteran air dalam kasus serupa.

“Sebelumnya juga pernah dicuri sekitar enam buah. Sekarang sembilan milik warga dan satu di kantor keuchik. Totalnya ada 16 meteran yang hilang,” ujar Maidi, Sabtu (10/1/2026).

Maidi menjelaskan, seluruh meteran air yang dicuri merupakan bantuan pemerintah dari program jaringan air bersih yang pemasangannya baru rampung pada akhir 2025.

Program itu bertujuan untuk membantu warga memperoleh akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Namun hingga kini, jaringan air bersih tersebut belum difungsikan. Air belum dialirkan ke rumah-rumah warga meski seluruh meteran telah terpasang, sehingga kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pencurian.

“Meterannya sudah terpasang, tapi air memang belum mengalir,” ujarnya.

Maidi menambahkan, kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Perumda Tirta Abdya serta perusahaan pelaksana proyek pemasangan jaringan air bersih.

Salah seorang warga Gampong Lhung Asan yang menjadi korban pencurian mengaku kecewa dengan peristiwa tersebut. Pasalnya, warga telah menunggu cukup lama agar jaringan air bersih segera beroperasi dan sempat mendapat informasi air akan dialirkan menjelang Ramadhan.

“Kami sudah menunggu lama. Katanya mau dialiri menjelang Ramadhan, tapi sekarang meterannya sudah hilang,” katanya.

Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pencurian tersebut. Selain merugikan secara materi, pencurian meteran air dinilai dapat menghambat pelayanan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup