Bupati Abdya menekankan pentingnya siklus berulang dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja, yakni “Belajar, Latih dan Tunjukkan”.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa dalam dunia kerja, hasil dan dampak yang dicari perusahaan lebih penting daripada sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Meski IPK memang penting, tetapi bukan penentu utama.

Selain itu, Bupati Safar mendorong mahasiswa untuk menguasai kerangka STAR (Situation-Task-Action-Result) sebagai pendekatan dalam menyelesaikan tantangan. Mahasiswa, lanjutnya, harus memiliki sikap adaptif, kolaboratif, dan etis untuk bertahan dalam kompetisi global yang semakin ketat.

ADVERTISEMENT

Etika Digital dan Jejak Masa Depan

Bupati Safaruddin mengingatkan mahasiswa UTU untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan menghindari perilaku negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan di dunia maya.

Menurutnya, jejak digital yang di tinggalkan saat ini akan menjadi ‘Curriculum Vitae’ di masa depan.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, ia mengimbau agar mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk berkarya, membangun jejaring positif, dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada mahasiswa baru UTU agar menjadikan masa kuliah sebagai masa untuk membentuk diri, bukan hanya mendapatkan ijazah, serta membangun jaringan, pengalaman, dan karakter.

ADVERTISEMENT

“Masa depan tidak menunggu, namun kita yang menjemputnya, di mulai dari hari pertama kalian masuk kuliah,” tutup Safaruddin.

Kisah Inspiratif Bupati Safaruddin

Kuliah umum ini juga menampilkan profil Safaruddin, yang merupakan Bupati Aceh Barat Daya dan seorang politisi Partai Gerindra. Ia dilantik pada 16 Februari 2025 dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA periode 2019–2024.

Perjalanan hidupnya penuh perjuangan, dimulai sebagai anak tukang jahit. Safaruddin, yang lahir pada tahun 1983 dan meraih gelar Sarjana Sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), harus menghadapi rentetan kegagalan dalam kontestasi politik dari 2006 hingga 2017 sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Abdya.

Safar panggilan akrab Safaruddin juga dikenal aktif di berbagai organisasi seperti Ketua Pengprov PBSI Aceh dan memiliki kecintaan pada olahraga. (*)

Editor: Salman