Bumil dan Penyandang Disabilitas diajak Vaksin Covid-19

  • Whatsapp

GLOBAL BANDA ACEH – Kelompok ibu hamil (bumil) dan penyandang disabilitas diajak untuk ikut program vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut sebagai upaya membentuk herd immunity dalam kaitan mengentaskan wabah virus Corona di Tanah Aceh.

Bacaan Lainnya

Ajakan sekaligus imbauan itu dilontarkan oleh Koordinator Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Rabu (01/09/2021).

dr. Iman mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir ini banyak masyarakat yang berminat meminta disuntik dengan vaksin moderna.

Pada Rabu hari ini, kata dr. Iman, sebanyak 522 orang melakukan penyuntikan vaksin yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall Banda Aceh.

Dari 522 orang tersebut yakni 269 orang merupakan mereka yang memperoleh suntik vaksin dosis kedua. Sementara, sisanya 239 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis pertama.

Kemudian sebanyak 14 lainnya merupakan nakes yang disuntik booster dosis ketiga.

Vaksinasi massal hari ini merupakan tahap program kedua pelaksanaan hari ke 52. Dalam program vaksinasi tahap dua sebanyak 60.330 orang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

dr Imam juga mengatakan, puluhan ribu orang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh.

“Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19,” ujar dr Iman.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto.

Ia menyebutkan vaksinasi yang dilakukan gedung Banda Aceh Convention Hall itu tidak lepas dari dukungan TNI dan Polri.

Dimana selain vaksinator dari Pemerintah Aceh, juga dibantu oleh vaksinator dari Rumah Sakit Kodam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh. Mereka terlibat sejak awal pelaksanaan.

“Terimakasih kami atas nama satgas kepada vaksinator. Baik dari pemerintah Aceh, maupun dari TNI dan Polri,” ucap Iswanto. (*)

Pos terkait