Terkait tidak diberikan obat dan infus, Safliati mengungkapkan bahwa karena proses persalinan diperkirakan masih lama dan kondisi pasien masih dalam keadaan baik. Hal itu dilakukan agar pasien bisa bebas berjalan-jalan sehingga tidak dilakukan pemasangan infus oleh petugas piket Puskesmas Babahrot.
“Petugas juga menyampaikan ke suami pasien, jika istrinya tersebut merasa sakit atau keluhan, agar disampaikan ke petugas agar mendapatkan pelayanan medis. Namun suami pasien tidak melakukan hal tersebut, bahkan pergi dari puskesmas tanpa pamit,” ucapnya.
Namun tidak terlepas dari itu, terkait yang disampaikan oleh keluarga pasien, pihaknya akan menegur petugas yang diduga tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien, sehingga kasus tersebut viral di media sosial TikTok.
“Itulah mungkin karena keteledoran petugas. Seharusnya, walaupun belum sampai waktu, belum pembukaan tetap dikontrol dan didampingi oleh keluarga. Kami akan tegur mereka, statusnya juga tidak disampaikan kami permasalahan ini,” tegas Safliati.
Terakhir, Kadinkes Abdya, Safliati mengimbau agar semua petugas puskesmas tetap harus melayani setiap pasien yang membutuhkan pertolongan medis, walaupun ada pihak keluarga yang menjaga pasien.
“Kita meminta, siapapun itu pasiennya, petugas tetap harus mengawasi, walaupun ada pihak keluarga yang menjaga pasien. Hal tersebut bukan hanya untuk Puskesmas Babahrot saja, namun untuk seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Abdya,” pinta Kadinkes Abdya, Safliati terkait video viral di TikTok yang diunggah akun @martunis.sortase. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp