“Kami yang butuh BBM jadi terhambat karena ulah segelintir orang,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pedagang warkop di Desa Padang Hilir, David Saputra, mengatakan ia saban hari melihat mobil pribadi dan pikap yang sama mengantre di SPBU Pantai Perak.

“Ada bang, mobil itu-itu aja, ada mobil pribadi dan pikap. Diduga mobil-mobil itu antre untuk tujuan langsir minyak dari SPBU untuk dijual lagi ke masyarakat,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah dan kepolisian bergerak cepat agar antrean kembali normal dan distribusi BBM benar-benar tepat sasaran. (*)

Editor: Tim Redaksi