Bersih jasmani yang dimaksud adalah kebersihan badan, pakaian dan tempat tinggal atau rumah. Membersihkan jasmani mensucikan diri dengan selalu berwudhu.
Sedangkan, bersih batin yakni membersihkan hati dari maksiat batiniyah, seperti penyakit iri, dengki, berburuk sangka terhadap orang dan berbagai jenis penyakit hati yang lainnya.
“Kemudian, membersihkan harta dengan bersedekah atau berzakat jika sudah mencapai nisab. Dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Jadi sudah sepantasnya kita bersedekah dan menunaikan kewajiban berzakat untuk membantu orang lain,” pesan Tgk Merhas.
Kapus Blangpidie yang diwakili Syahroni Lubis menyampaikan sepuluh indikator PBHS yang meliputi, persalinan ditolong oleh bidan desa tidak lagi oleh dukun bayi, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, menimbang bayi anak sampai usia 6 tahun di kegiatan posyandu, dan menggunakan air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari.
Membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk malaria di tempat bersarangnya nyamuk, seperti di timbunan sampah, botol, ember, dan lainnya dengan cara 3 M, yakni menguras, mengubur dan membakar, atau melakukan fogging.
“Terakhir, mengkonsumsi makanan bergizi dengan mengatur pola makan seimbang. Melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga, dan tidak membiasakan merokok,” papar Syahroni.(*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti saluran kami di Channel WhatsApp